Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan

Teks Laporan Hasil Pengamatan

 1. Teks laporan adalah teks yang berisi laporan hasil pengamatan atau penelitian yang telah dilakukan, dan bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca. Oleh karena itu, teks ini dibuat berdasarkan data-data yang valid yang telah dikumpulkan, bukan berdasarkan imajinasi sang penulis.

2. Struktur teks laporan hasil pengamatan terdiri atas tiga bagian yaitu definisi umum, deskripsi bagian, dan penutup atau kesimpulan.

3. Sifat teks laporan hasil pengamatan adalah bersifat informatif, komunikatif, objektif.

4. Tujuan teks laporan hasil pengamatan adalah melaporkan hasil pengamatan secara sistematis dan objektif berupa hasil pengamatan untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu dugaan.

5. Ciri-ciri teks hasil observasi antara lain :

  • a. Teks laporan berisi fakta-fakta;
  • b. Berisi hasil penelitian yang lengkap dan telah teruji ;
  • c. Bersifat objektif. tidak berisi pendapat pribadi;
  • d. Bersifat informatif dan komunikatif;
  • e. Tidak menyimpang;
  • f. Menarik, berisi data-data yang jelas;
  • g. Menggunakan bahasa ilmiah.

Menentukan Kalimat Utama pada Setiap Paragraf

Menentukan kalimat utama pada setiap paragraf
Setiap paragraf (kecuali paragraf deskriptif) biasanya terdiri dari kalimat utama dan kalimat penjelas.

Kalimat utama adalah kalimat yang bersifat umum dan mengandung gagasan utama. Sedangkan kalimat penjelas adalah kalimat khusus yang mendukung kalimat utama tersebut.

Ciri-ciri Kalimat Utama

Kalimat utama memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Mengandung topik permasalahan yang dapat dijabarkan lebih lanjut.
2. Biasanya berupa sebuah kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri.
3. Memiliki arti yang jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lainnya.
4. Dibentuk tanpa kata sambung atau transisi.
5. Pada paragraf induktif, kalimat utama ditandai dengan kata-kata kunci berikut ini :
-Sebagai kesimpulan,
-Yang penting,
-Oleh karena itu,
-Jadi,
-Oleh sebab itu,
-Dengan demikian

Kalimat utama bisa terletak di awal, akhir, atau di awal dan akhir setiap paragraf.

Cara Menentukan Kalimat Utama pada Setiap Paragraf

Pada keterangan di atas kamu telah memahami bahwa kalimat utama bisa terletak di awal, akhir, atau di awal dan diakhir paragraf.

Sekarang, mari gunakan langkah-langkah berikut untuk dapat menentukan kalimat utama tiap paragraf.



1. Tutup kalimat pertama paragraf, dilanjutkan membaca kalimat kedua hingga akhir.


Jika makna paragraf menjadi rancu atau aneh, maka kalimat utamanya adalah kalimat yang kita tutup tadi.

Contoh: Berikut ini kita akan menentukan kalimat utama dari paragraf berikut.

     Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang disukai di Jepang, sehingga di sana ada bermacam-macam olahraga. Seni bela diri tradisional pun, seperti, judo dan kendo sama populernya dengan jenis olahraga yang berasal dari luar negeri, seperti, bisbol dan sepak bola. Selain itu, olahraga di laut, yaitu selancar, juga disukai di Jepang.

Kita tutup kalimat pertama paragraf di atas, kemudian langsung kita baca kalimat kedua hingga terakhir sehingga menjadi:

     Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang disukai di Jepang, sehingga di sana ada bermacam-macam olahraga. Seni bela diri tradisional pun, seperti, judo dan kendo sama populernya dengan jenis olahraga yang berasal dari luar negeri, seperti, bisbol dan sepak bola. Selain itu, olahraga di laut, yaitu selancar, juga disukai di Jepang.

Apakah masih nyaman dibaca?

Paragraf di atas menjadi rancu setelah kita menutup kalimat pertama. Sehingga kalimat utama pada paragraf di atas adalah "Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang disukai di Jepang, sehingga di sana ada bermacam-macam olahraga."

2.  Membaca kalimat terakhir paragraf, jika kalimat terakhir tersebut berupa pokok persoalan yang bersifat umum dibandingkan kalimat sebelumnya, maka kalimat terakhir tersebut adalah kalimat utamanya.

Contoh:
      Ia berangkat pukul lima pagi. Sebuah karung plastik disandangnya sambil berjalan menuju tempat pembuangan sampah. Sampai di tempat yang dituju, ia lantas mengais-ngais tumpukan sampah. Diambilnya barang-barang bekas yang laku dijual dan dimasukkan ke dalam karung. Demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, pekerjaan itu dijalaninya dengan ikhlas dari pagi hingga petang.

3. Membaca kalimat pertama dan kalimat terakhir, jika kalimat terakhir merupakan kalimat penegasan dari kalimat pertama maka kalimat pertama dan kalimat terakhir tersebut merupakan kalimat utama.

Contoh:
     Seorang anak akan sulit menerima pelajaran jika perutnya kosong. Perut harus kenyang agar dia dapat menerima pelajaran. Dia harus makan makanan bergizi sebelum berangkat ke sekolah. Hal ini harus dilakukan seorang anak setiap hari. Oleh karena itu, orang tua harus memerhatikan anaknya agar membiasakan diri makan pagi sebelum berangkat ke sekolah.

Untuk melatih kemampuan menentukan kalimat utama di setiap paragraf, dapat dilakukan dengan mengambil koran atau majalah kemudian bacalah artikel yang ada didalamnya. Berusahalah mencari kalimat utama pada setiap paragraf menggunakan teknik di atas.

Selanjutnya, untuk melatih kemampuanmu dalam menentukan kalimat utama tiap paragraf, silakan berlatih di sini


Terima kasih, semoga informasi ini bermanfaat.


Teknik Membaca Permulaan

Teknik membaca permulaan ini sangat penting dikuasai oleh seorang guru kelas rendah ataupun orang tua yang memiliki anak yang sedang tahap awal membaca. Dengan teknik yang tepat tentu saja kemampuan belajar si anak juga akan lebih cepat mengalami perkembangan.

Yuk, kita cari tahu apa saja teknik membaca permulaan untuk si buah hati Anda.

Teknik Membaca Permulaan


Teknik Membaca Permulaan 

 1) Metode Alfabet
Metode ini sering disebut metode harfiah, Metode “letter by letter method” atau “ABC method”. Mula-mula dikenalkan abjad dari A sampai Z. Setelah hafal beberapa huruf barulah huruf-huruf tersebut dirangkai menjadi suku kata. Suku kata-suku kata tersebut setelah dikenalkan barulah dirangkai menjadi kata. Dengan modal beberapa kata itu, terciptalah kalimat.

2) Metode Suara
Metode suara juga disebut :”Phonic Method”. Metode ini merupakan penyempurnaan metode alphabet. Pada metode ini bukan abjadnya yang diajarkan, melainkan bunyi-bunyi bahasa sebagai pengganti huruf-huruf tersebut. Ucapan huruf-huruf tidak berdasarkan atas bunyi abjadnya melainkan ucapan hurufnya.

 3) Metode Suku Kata
Metode ini biasa juga disebut :”Syllabic Method”. Dalam metode ini suku kata merupakan kunci pokok dalam membuat kata. Metode suku kata sebenarnya suatu metode pengajaran membaca permulaan yang didasarkan atas kata-kata dianalisis menjadi suku kata-suku kata. Suku kata-suku kata tersebut disintesiskan kembali menjadi kata-kata.

Contoh :
buku
bu - ku
buku


 4) Metode Kata-Kata
Pelaksanaan metode ini selalu di awali dengan kata-kata tertulis : da – da, gi – gi, ku – ku dan lain-lain. Setelah kata-kata itu dikenalkan, kata-kata tersebut dianalisis atas suku katanya. Selanjutnya suku kata itu di analisis lagi atas huruf-hurufnya. Barulah huruf-huruf itu digabungkan kembali dalam bentuk kata semula.

Contoh:
cucu
cu - cu
c - u - c - u
cu - cu
cucu

5) Metode Cerita
Pelaksanaan metode cerita dalam mengajarkan membaca permulaan diawali dengan menghafalkan cerita atau sebuah puisi. Cerita atau puisi itu diuraikan atas kalimat-kalimatnya sampai pada kata-katanya. Dalam mengucapkan kata-kata metode ini menggunakan kata-kata fonetik.

6) Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS)
Adapun contoh pelaksanaan metode SAS sebagai berikut : Mula-mula diberikan kalimat secara keseluruhan. Kalimat itu diuraikan atas kata-kata yang mendukungnya. Dari kata-kata itu kita ceraikan atas suku-suku katanya dan akhirnya atas huruf-hurufnya. Kemudian huruf-huruf itu kita sintetiskan kembali menjadi suku kata, suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat

Contoh:
ini buku baru
ini - buku - baru
i - ni - bu - ku - ba - ru
i - n - i - b - u - k -u - b - a - r - u
i - ni - bu - ku - ba - ru
ini - buku - baru
ini buku baru


Sekarang, setelah menggunakan beberapa teknik membaca di atas, menurut Anda manakah yang paling mudah diterima oleh anak?
© all rights reserved
dibuat dengan penuh oleh Wiji Hatmoko